Analisis Pembelajaran Matematika dengan Teknik Problem Posing
A. Pendahuluan
Problem Posing adalah pembelajaran yang
menekankan pada pengajuan soal oleh siswa. Oleh karena itu, Problem Posing
dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengembangkan berpikir matematis atau
pola pikir matematis. Dalam artikel ini penulis akan mengulas tentang
sebuah video pembelajaran matematika dengan teknik problem posing berkelompok. Pembelajaran
dengan problem posing ini menekankan pada pembentukan atau perumusan soal oleh
siswa baik secara individu, maupun secara berkelompok. Setiap selesai pemberian
materi guru memberikan contoh tentang cara pembuatan soal dan memberikan informasi
tentang materi pembelajaran dan bagaimana menerapkannya dalam problem posing
secara berkelompok.
B. Deskripsi Video
Kegiatan Pendahuluan
Kegaiatan pendahuluan diawali dengan
review Prasyarat. Guru meminta siswa untuk menyebutkan operasi aljabar,
serta contoh pada setiap operasi aljabar tersebut. Semua siswa merespon dengan mengangkat tangan. Salah seorang siswa menjawab dengan baik pertanyaan tersebut. Setelah mereview prasyarat (operasi aljabar), guru menyajikan suatu soal cerita yang menyangkut kehidupan sehari-hari.
serta contoh pada setiap operasi aljabar tersebut. Semua siswa merespon dengan mengangkat tangan. Salah seorang siswa menjawab dengan baik pertanyaan tersebut. Setelah mereview prasyarat (operasi aljabar), guru menyajikan suatu soal cerita yang menyangkut kehidupan sehari-hari.
Kembali guru menanyakan jawabnnya kepada
para siswa, siswa pun merespon dengan mengangkat tangan dan memberikan jawabannya.
Setelah menyelesaikan soal yang disajikan guru, guru memberi informasi mengenai
tujuan pembelajaran, yaitu “siswa dapat menyelesaikan model matematika yang
diberikan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel.
Kegiatan Inti
Kegiatan inti dimulai dengan guru yang
membagi siswanya kedalam 7 kelompok. Setelah siswa terbagi dalam 7 kelompok,
guru memberikan handout yang berisi permasalan mengenai kwitansi. Tahap ini
merupakan penyajian situasi, selain diberikan handout, siswa juga ditugaskan
untuk membuat satu buah soal yang dianggap sulit untuk setiap kelompok mengenai
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel.
Tahap selanjutnya adalah tahap menulis
soal, pada tahap ini siswa menyelesaikan permasalahan dan juga
membuat permasalahan. Guru berkeliling untuk memberikan bantuan.
Tahap selanjutnya adalah penyajian soal,
menjawab soal dan juga mendiskusikan jawaban soal pertama yang diberikan guru.
Hasil kerja siswa ditulis di karton, kemudian disajikan di depan (di tempel di
papan tulis). Satu orang siswa dari perwakilan kelompoknya maju untuk
menjelaskan hasil diskusi kecil yang dilakukan kelompoknya. Dalam tahap ini,
jawaban dari siswa kembali dididskusikan dengan dipandu oleh guru. Tahap
berikutnya menyelesaikan persoalan yang dibuat dari hasil diskusi kelompok
kecil. Beberapa siswa menyelesaikan persoalan tersebut dengan beberapa cara.
Guru memandu siswa dalam menjawab soal. Setelah beberapa siswa maju untuk
menjawab soal yang sama dengan cara yang berbeda dan menjelaskan hasil pekerjaannya,
guru membandingkan jawaban siswa yang menyelesaikan SPLDV dengan cara eliminasi
dan substitusi.
Diakhir kegiatan inti, guru memberikan
penguatan dengan memberikan soal yang dikerjakan siswa secara individu.
Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup ini terdiri dari
dua, yaitu kesimpulan dan pemberian tugas.Pada bagian kesimpulan, guru membantu
siswa menyimpulkan apa yang telah dipelajari :
- · Ada dua variabel yang digunakan,
- · Untuk menyelesaikannya dibutuhkan minimal dua persamaan,
- · Ada empat metode dalam menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel.
Setelah memberikan kesimpulan, pertemuan
diakhiri dengan guru yang memberikan tugas rumah yang ada di Buku Paket siswa.
C. Analisis
Analisi ditinjau dari langkah-langkah
problem posing secara berkelompok.( Ibrahim, 2000: 10 dalam Abin)
Fase
|
Tingkah laku guru
|
Analisis
|
Fase 1
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
|
Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran tersebut
dan memotivasi siswa belajar
|
Pada fase pertama yang ada di akhir kegiatan
pendahuluan, guru meyampaikan dengan jelas tujuan pembelajaran yang harus
dicapai siswa, ini dapat terlihat dari slide show tujuan pembelajaran yang
ditampilkan oleh guru. Namun, guru masih belum melakukan pemberian motivasi
terhadap siswa.
|
Fase -2
Menyajikan informasi
|
Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan
demonstrasi atau lewat bahan bacaan
|
Penyajian informasi oleh guru, dirasa cukup minim
sekali, guru tidak melakukan demonstrasi. Guru hanya memberikan handout yang
nantinya akan menjadi tugas siswa pada hari itu.
|
Fase-3
Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok
belajar
|
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya
membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan
transisi secara evisien
|
Setelah penyampaina tujuan belajar, masuk ke
kegiatan inti, guru membagi siswanya kedalam 7 kelompok belajar. Walau dalam
video tidak terlihat guru menjelaskan bagaimana cara kelompok belajar
terbentuk, namun kelompok sudah dapat terbentuk secara evisien
dan tertib.
|
Fase – 4
Membimbing kelompok, belajar mengajar
|
Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat
mengerjakan tugas
|
Setelah kelompok belajar selesai terbentuk, guru
membimbing siswa dalam kegiatan belajar. Ini dapat terlihat ketika siswa
menyelesaikan soal, guru berkeliling melihat hasil kerja siswa da memberikan
bantuan bila diperlukan. Selain itu, guru juga membimbing dalam proses
mendiskusikan hasil jawaban siswa.
|
Fase -5
Evaluasi
|
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang
telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempersentasikan hasil
pekerjaannya
|
Fase kelima ini masih terdapat dalam kegiatan inti.
Pada fase tersebut, saat murid telah selesai menjelaskan hasil pekerjaa
kelompok atau individu. Guru mengevaluasi bersama murid-muridnya.
Ini terlihat ketika guru menanyakan kembali kepada muridnya “apakah ada
masukan?” atau “apakah ada yang jawabannya berbeda?”. Pada akhir
diskusi, gurupun memberikan hasil atau kesimpulan dari jawaban siswa.
|
Fase-6
Memberi penghargaan
|
Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik hasil
belajar individu atau kelompok.
|
Cara guru memberi penghargaan cukup baik walau
dirasa kurag. Dalam video pembelajarn, guru memberikan applause pada
anak yang aktif, bertanya, dan menjawab. Penghargaan ini sebenarnya bisa saja
diberikan lebih seperti memberikan pujian bagus, soal yang baik dan
sebagainya.
|
Analisis ditinjau dari materi, menyelesaikan
model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua
variabel dan penafsirannya merupakan tujuan dari subbab ketiga materi Aljabar
pada tingkat SMP. Jika sesuai dengan tahapan materi, siswa sudah mengetahui
pengertian SPLDV, dan operasi bentuk aljabar. Maka pada tahap ini, materi
prasyarat haruslah dikuasai oleh para siswa. Dalam hal ini, review prasyarat
sudah baik dilakukan oleh guru, namun dalam metode me-review materinya dirasa
kurang efektif. Ini dikarenakan guru hanya dapat melihat kemampuan satu atau
beberapa orang murid saja, guru tidak dapat melihat apakah semua siswa sudah
menguasai materi prasyarat atau belum.
Dalam kegiatan inti, didalam video cukup
sulit melihat pemberian materi yang diberikan guru, bantuan yang diberika guru
pun hanya tersirat dari video, pemberian materi atau bantuan dilakukan guru
hanya saat bekeliling.
Handout yang berisi satu soal cerita
berkenaan dengan kwitansi merupakan LKS yang baik dan sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai. Pembuatan dan penulisan soal SPLDV yang dilakukan oleh siswa dan
dirasa sulit oleh siswa sesuai dengan teknik posing.
Karena dalam pertemuan ini banyak
menggunakan materi-materi yang sebelumnya telah dipelajari, maka tidak terlalu
banyak materi baru yang disampaikan guru. Walaupun begitu, seharusnya ada pula
materi yang disampaikan guru, seperti empat cara menyelesaikan SPLDV.
D. Kesimpulan
Pembelajaran yang dilakukan dalam video
ini susuai dengan langkah-langkah teknik problem posing. Pada prinsipnya, model
pembelajaran problem posing adalah suatu model pembelajaran yang mewajibkan
para siswa untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal (berlatih soal)
secara mandiri.
Langkah-langkah dalam Teknik Problem
Posing yang digunakan adalah sebagai berikut:
- Guru menjelaskan materi pelajaran kepada para siswa. Penggunaan alat peraga untuk memperjelas konsep sangat disarankan.
- Guru memberikan latihan soal secukupnya.
- . Siswa diminta mengajukan 1 atau 2 buah soal yang menantang, dan siswa yang bersangkutan harus mampu menyelesaikannya. Tugas ini dapat pula dilakukan secara kelompok.
- Pada pertemuan berikutnya, secara acak, guru menyuruh siswa untuk menyajikan soal temuannya di depan kelas. Dalam hal ini, guru dapat menentukan siswa secara selektif berdasarkan bobot soal yang diajukan oleh siswa.
- Guru memberikan tugas rumah secara individual.
a. Kelebihan
- Kegiatan pembelajaran tidak terpusat pada guru, tetapi dituntut keaktifan siswa.
- Minat siswa dalam pembelajaran matematika lebih besar dan siswa lebih mudah memahami soal karena dibuat sendiri.
- Semua siswa terpacu untuk terlibat secara aktif dalam membuat soal.
- Dengan membuat soal dapat menimbulkan dampak terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah.
- Dapat membantu siswa untuk melihat permasalahan yang ada dan yang baru diterima sehingga diharapkan mendapatkan pemahaman yang mendalam dan lebih baik, merangsang siswa untuk memunculkan ide yang kreatif dari yang diperolehnya dan memperluan bahasan/ pengetahuan, siswa dapat memahami soal sebagai latihan untuk memecahkan masalah.
b. Kekurangan
- Kurangnya persiapan guru dalam menyampaikan materi baru.
- Waktu yang digunakan lebih banyak untuk membuat soal dan penyelesaiannya sehingga materi yang disampaikan lebih sedikit.
- Guru dirasa kurang inovatif dalam memberikan tugas, dan pemberian pengahargaan kepada siswa yang aktif.
Saran
Pembelajaran dengan teknik problem posing
akan sangat baik jika diterapkan saat evaluasi siswa. Guru harus dengan cermat
dalam membuat pertanyaan inovatif untuk memancing kreatifitas siswa. Guru juga
harus mampu menstimulus siswa agar dapat berperan aktif dalam kegiatan belajar
mengajar. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan motivasi dan penghargaan
kepada setiap siswanya.
Abdussakir. ( 2009). Pembelajaran Matematika Dengan Problem Posing.
[Online]. Tersedia : http://abdussakir.wordpress.com/2009/02/13/pembelajaran-matematika-dengan- problem-posing/. (21 February 2011).
Abin. (2010). Meningkatkan
Prestasi Belajar matematika Siswa Melalui Problem Posing Secara Berkelompok
Pada Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) di Kelas VIII SMPN 2 Kendari. [Online]. Tersedia :
http://pendidikan-matematika.blogspot.com/2009/03/proposal-problem-posing.html.
Sumber Video : https://www.youtube.com/watch?v=snq9Exy79wU


0 comments:
Posting Komentar